Recent comments

  • Breaking News

    Dengan Menghanyutkan Lanting Merupakan Prosesi Adat Tolak Bala Suku Dayak Kantu’k

    Prosesi adat tolak bala suku dayak Kantu' dengan sebuah lanting yang sudah di beri sesaji yang siap dihanyutkan.

    Kapuas Hulu, [uncak.com] – Dengan berbagai macam suku yang ada di Kapuas Hulu, tentu adat istiadatnya pun beraneka ragam, salah satunya yaitu suku Dayak Kantu’. Ada salah satu proses adat yang dilakukan seperti prosesi adat tolak bala sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat dayak Kantu’ Jaras beberapa waktu lalu.

    “Proses adat tersebut biasanya kami lakukan apabila ada kejadian dikampung yang menurut para tetua adat dianggap agak lain dan jarang terjadi,” kata Jhoni, salah satu warga Jaras saat dikonfirmasi media ini usai melakukan prosesi adatnya, Selasa (18/10/16) lalu.

    Kami melakukan adat Tolak Bala ini tentu ada hal-hal yang terjadi di masyarakat kami, seperti halnya di desa Jaras dalam waktu hampir bersamaan hanya dengan jarak dua hari saja ada warga kami yang meninggal dunia. Hal-hal semacam inilah yang membuat kami dan petua adat membuat acara adat Tolak Bala tersebut. “Hal ini kami lakukan agar masyarakat terhindar dari mara bahaya yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

    Persiapan untuk perlengkapan sesaji
    Adapun persiapan dalam prosesi upacara adat tersebut tentu tidak dilakukan dengan sembarangan saja, ada alat-alat yang harus disiapkan seperti, nasi pulut (ketan) merah dan putih, nasi putih biasa, ayam, sirih, buah pinang, buah kelapa dan pisang, serta rokok yang dibuat atau digiling menggunakan tembakau, tuturnya.

    Selain itu tambah Jhoni, membuat patung kayu yang menyerupai manusia (Pentik), kue berbentuk bulat yang terbuat dari terigu/pulut yang ditumbuk (Kelkapis), uang logam yang dibuat dari terigu/pulut, rancak yang terbuat dari bambu, beras digonseng (letup), telur rebus dan jawak.

    Semua alat yang sudah dibuat untuk disajikan disimpan ditempat capan lalu disimpan dilanting yang sudah dibuat untuk dihanyutkan, disertakan pula pentik, ayam satu ekor dan lampu. “Menghanyutkan lanting yang sudah diberi alat-alat sesaji mengandung makna agar terhindar dari semua penyakit dan mala petaka terbawa oleh arusnya air. Itulah salah satu budaya suku Dayak Kantu’  yang sampai saat ini masih kami pertahankan,” pungkasnya. 
    [ Amrin ]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad