Cegah El Nino Godzilla, Karyamas Plantation Region-1 Badau Gelar Pelatihan Penanggulangan Karhutla
![]() |
| Sosialisasi dan pelatihan pencegahan karhutla di Badau, Kapuas Hulu, Kalbar. |
KAPUAS HULU, UNCAK.com - Cegah ancaman fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan akan datang pada bulan Juli-Agustus 2026, Karyamas Plantation Region-1 Badau menggelar sosialisasi dan pelatihan pencegahan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan skala besar selama dua hari dari tanggal 29-30 April 2026 yang di pusatkan di Club House Serang Estate, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
El Nino Godzilla merupakan istilah untuk fenomena El Nino dengan kekuatan super atau sangat besar, ditandai pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik equator yang mencapai di atas normal. Fenomena ini memicu kemarau panjang, suhu panas ekstrem, kekeringan, dan risiko kebakaran hutan yang tinggi.
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh Pasukan Anti Api yang sudah dibentuk dari personil PT. Buana Tunas Sejahtera, PT. Sentrakarya Manunggal dan PT. Mandala Intan Jaya yang merupakan di bawah Karyamas Plantation-1 Region Badau.
Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai pihak baik dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Pertanian, DLH, Manggala Agni, Camat, 4 Kepala Desa, Tumenggung Dayak Iban, hingga 4 Patih dengan teken komitmen bersama sepakat perang lawan asap karhutla.
Kepada media ini, Regional Controler Badau, Tumbur Pardede mewakili manajemen mengataka bahwa langkah konkret tiga perusahaan Region Badau siap mengelola konsesi yang sudah diberikan pemerintah yang bersinggungan langsung dengan desa dan hutan.
"Tim perusahaan telah memberikan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di desa penyangga akan pencegahan yang sudah kami jalankan melalui sosialisasi dan pelatihan karhutla ke masyarakat, monitoring hotspot satelit, patroli api rutin, membangun menara api, dan melengkapi sarpras di tiga PT", tutur Tumbur Pardede.
![]() |
| Personil Anti Api. |
Kunci sukses kami juga bersama-sama merangkul seluruh tokoh masyarakat agar tercipta suasana yang kondusif, tenang sehingga desa, hutan dan kebun tetap aman dari karhutla, jelasnya.
Selain itu, guna membantu pengawasan terhadap karhutla, menara api juga sudah di bangun berdiri. Patroli tiap hari sambil berikan edukasi kepada warga dengan aturan bakar lahan hanya maksimal 2 hektar, tambahnya.
"Sinergi ini jadi benteng Badau dalam hadapi musim kering ekstrem 2026 dengan target nol hotspot dan nol asap", terangnya.
Perlu juga kami smpaikan bahwa dalam keseriusan Badau lawan asap adalah dengan penandatanganan komitmen bersama berbagai pihak yang terlibat diantaranya Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, BPBD Kapuas Hulu, Dinas LH Perkim Kapuas Hulu, Manggala Agni Daops Semitau, Management 3 Perusahaan, Camat Badau, Kapolsek Badau, Danramil Badau, Danyon Satgas Pamtas RI-Malaysia/Yonkav-3 Badau, Tumenggung Suku Dayak Iban Badau, Kades Badau, Kades Janting, Kades Kekurak, Kades Sebindang, Patih Kekurak, Patih Janting, Patih Sebindang dan Patih Tajum, pungkas Tumbur Pardede singkat. (Amrin)






Tidak ada komentar