Recent comments

  • Breaking News

    Imigrasi Putussibau Terus Perkuat Pengawasan di Wilayah Perbatasan

    Operasi gabungan.
    KAPUAS HULU, UNCAK.com - Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau kembali menggelar operasi gabungan di wilayah Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Rabu (3/6/2026).

    Hal itu dilakukan sebagai upaya memperketat pengawasan orang asing di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

    Kegiatan itu dilaksanakan bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, Pemerintah Daerah dan beberapa instansi terkait lainnya.

    Imigrasi Putussibau perkuat pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia (Badau).
    Fokus operasi berada pada titik-titik rawan aktivitas lintas batas, seperti jalur tidak resmi yang kerap digunakan untuk perlintasan di perbatasan Indonesia-Malaysia.

    Selain itu, petugas juga turut melakukan koordinasi dengan anggota pada pos-pos pengamanan TNI di kawasan perbatasan guna memperkuat pertukaran informasi di lapangan.

    Langkah itu menjadi bagian dari upaya terpadu untuk menekan potensi pelanggaran keimigrasian, penyelundupan maupun aktivitas lintas batas ilegal sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi yang bertugas menjaga kedaulatan wilayah Repubik Indonesia.

    Kepala Sub Seksi TI Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau, Naufal Fauzi Rahman, mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda rutin untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pelanggaran keimigrasian.

    "Sinergi antarinstansi dalam Timpora sangat penting mengingat kondisi geografis perbatasan yang cukup kompleks serta banyaknya jalur akses tidak resmi," tegas Naufal.

    Dijelaskannya, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen Imigrasi Putussibau dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban serta kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di kawasan strategis Badau yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia.

    "Melalui operasi gabungan ini diharapkan potensi pelanggaran keimigrasian, penyelundupan maupun aktivitas ilegal lintas batas dapat diminimalisir sejak dini, sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan," harap Naufal. (Nt)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    kmiklan
    kmiklan

    Post Bottom Ad