HUT Karantina Ke-149, Karantina Kalbar Gelar Vaksinasi Rabies dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Gratis di Badau
![]() |
| HUT Karantina ke-149, BKHIT Kalbar, Satpel PLBN Badau gelar Vaksinasi Rabies gratis. |
KAPUAS HULU, UNCAK.com - Sambut World Rabies Day dan HUT Karantina Ke-149, Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat, Satuan Pelayanan PLBN Badau, menggelar vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis bagi masyarakat kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia di Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Badau tersebut mengusung tema "Stronger Together".
Sebanyak 35 ekor hewan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 32 ekor kucing, 2 ekor anjing, dan satu ekor monyet. Hewan-hewan yang dibawa masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus vaksinasi rabies sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di wilayah perbatasan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan sekaligus memperkuat upaya bersama mewujudkan kawasan perbatasan khususnya Kecamatan Badau yang bebas rabies.
Kepala BKHIT Kalimantan Barat, Ferdi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dengan membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan vaksinasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap kesehatan hewan. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies", ucap Ferdi.
Melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran masyarakat Kecamatan Badau dapat menjadi kawasan perbatasan yang semakin terlindungi dan bebas dari rabies", ujarnya.
Menurutnya, tema "Stronger Together" pada peringatan World Rabies Day menegaskan bahwa pengendalian rabies membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian pemilik hewan dan partisipasi aktif masyarakat.
Dimana lanjut Ferdi, momentum HUT Karantina Ke-149 juga menjadi pengingat bahwa pelayanan karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar negara, tetapi juga harus memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin Karantina semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang vaksinasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan karantina merupakan bagian dari upaya bersama melindungi kawasan perbatasan dan Indonesia secara keseluruhan", ungkapnya.
Di sela pelaksanaan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas BKHIT Kalimantan Barat juga memberikan sosialisasi mengenai perkarantinaan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut mencakup fungsi dan peran karantina di kawasan perbatasan, ketentuan dalam melalulintaskan hewan, ikan, tumbuhan beserta produk turunannya, serta pentingnya melaporkan dan memeriksakan komoditas yang dibawa melalui PLBN Badau, jelasnya.
"Edukasi tersebut menjadi penting mengingat Badau merupakan salah satu wilayah perbatasan dengan tingkat mobilitas masyarakat dan lalu lintas komoditas antarnegara. Pemahaman masyarakat terhadap regulasi perkarantinaan diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan melalui pintu masuk negara", terang Ferdi.
Melalui kegiatan vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan gratis, dan sosialisasi perkarantinaan tersebut, BKHIT Kalimantan Barat berharap semangat “Stronger Together” dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan perbatasan Badau yang sehat, aman, dan semakin terlindungi dari ancaman rabies, pungkas Ferdi. (Amr)





Tidak ada komentar