Recent comments

  • Breaking News

    Perwakilan Poktan Perempuan Kapuas Hulu Ikuti Pelatihan Pembukuan Usaha di Sintang

    Peserta pelatihan foto bersama.
    PUTUSSIBAU, Uncak.com - Selama 3 (tiga) hari, mulai 19 hingga 21 April 2017, sedikitnya 42 Orang perwakilan Kelompok Tani (Poktan) Perempuan dari Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang Kalimantan Barat mengikuti pelatihan pembukuan usaha di Hotel Sartika Puri Sintang.

    “Khusus untuk Kapuas Hulu, diikuti oleh 26 orang perwakilan dari enam Desa dan 13 Kelompok Tani Perempuan,” kata Nurul Fidhea Yeni, S.P, Comunity Organizer (CO) Sungai Besar, Desa Sungai Besar Kecamatan Bunut Hulu Kapuas Hulu, kepada wartawan Uncak.com melalui via telephone, Jumat (21/4/17).

    Lebih lanjut Yeni mengatakan, ada enam Desa yang mengikuti pelatihan usaha tersebut, yakni Desa Sungai Besar dengan enam orang wakil,  Desa Temuyuk empat orang, Desa Tekalong empat orang, Desa Tekudak empat orang, Desa Mubung empat orang dan Lubuk Antuk empat orang.

    Khusus untuk kelompok perempuan binaannya dari Desa Sungai Besar ada tiga kelompok yang mengikuti, yaitu Kelompok Ketam Kembar yang diwakili oleh Rosalina dan Inida, Kelompok Arwana diwakili Seniah dan Yuni Kurniawati, Kelompok Kembang Melati diwakili oleh Asnah dan Mariatum, jelasnya.
    Pelatihan pembukuan usaha ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian proyek yang di inisiasi oleh Konsorsium Perempuan dan Keberlanjutan Kehidupan di Kalimantan Barat. Konsorsium ini bekerjasama dengan berbagai Lembaga yang konsen dalam pemberdayaan-pendampingan perempuan dan Desa, terangnya.

    Berbagai Lembaga yang bekerjasama diantaranya ialah, Lembaga Pengembangan Masyarakat Swadaya dan Mandiri (Gemawan), Lembaga Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita Borneo (PPSW-Borneo), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Simpati Kapuas, Yayasan Dian Tama Pontianak, Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), dan didukung sepenuhnya oleh Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia).

    kegiatan ini bertujuan untuk membekali kelompok tani perempuan tentang pengetahuan pembukuan usaha, menyusun anggaran belanja keluarga, menyusun rencana usaha serta pelatihan manajemen dan teknis usaha di tingkat Desa, katanya.

    Selain itu, pelatihan ini dinilai sangat penting, bukan hanya untuk perempuan itu sendiri, melainkan bermanfaat pula untuk Pemerintah Desa, sebab dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas perempuan. “Ilmu yang didapat ini juga bisa membantu Pemerintah Desa dalam menjalankan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ungkap Yeni.

    Program ini memang dirancang untuk memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan kapasitas perempuan dalam pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan agar dapat produktif, sehingga mampu mendukung pendapatan rumah tangganya, terangnya.

    Yeni berharap, setelah mengikuti pelatihan tersebut kelompok tani perempuan ini bisa membuat usaha kecil-kecilan kedepannya, dan semoga Pemerintah Desa dapat menggandeng mereka dalam membentuk BUMDes, sebab para perempuan ini bisa mengelola sendiri bantuan Pemerintah Pusat melalui Dana Desa dengan mudah, harapnya.  [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad