Recent comments

  • Breaking News

    Curhatan Dua Mahasiswa Polnep Kapuas Hulu Ini Bikin Terenyuh

    Ade Asyurahman (kiri) dan Ahmad (kanan), saat menikmati kopi Aming di Rainbow Berkah Cafe, Putussibau.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Sebagai mahasiswa, tentunya tidak sedikit pengalaman sedih yang dialami selama duduk di bangku kuliah bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Tak hanya saat di bangku kuliah saja, namun juga selama tinggal di kost maupun di kontrakan.

    Tapi percayalah, seberapa sedih pun pengalaman yang dialami itu, tidak akan sedih untuk selamanya, karena kebahagiaan sudah menanti di depan mata setelah lulus kelak.

    Seperti pengalaman dua orang mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) Program Studi Diluar Domisili (PDD) Kabupaten Kapuas Hulu, Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Putussibau Kota, Kecamatan Putussibau Utara ini.

    Kedua mahasiswa itu yakni Ade Asyurahman dan Ahmad, mahasiswa Semester IV (empat), Jurusan Teknologi Budidaya Perikanan.

    Ade Asyurahman adalah mahasiswa yang berasal  dari Desa Nanga Mentebah, Kecamatan Mentebah. Sedangkan Ahmad merupakan warga Kelurahan Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan.

    Kedua mahasiswa tersebut menceritakan banyak kisah yang membuat hati terenyuh, mulai dari kisah paling kocak hingga yang paling pilu. Sehingga bikin wartawan media ini menjadi iba.

    Adapun kisah yang diceritakan oleh kedua mahasiswa itu, yakni tentang rencana keberangkatan mereka untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Pontianak, Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan usai hari raya Idul Fitri (Lebaran) 2019 mendatang.

    Dimana keduanya tersebut mengaku belum punya biaya untuk saat ini dan akan sulit untuk mendapatkan biaya karena kondisi ekonomi orang tua yang juga tidak memungkinkan. Apalagi PKL tersebut akan digelar selama sepekan, yang tentunya akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

    "Biaya keberangkatan yang sudah dipatok oleh koordinator PKL untuk biaya mulai dari keberangkatan hingga kembali nanti sebesar Rp 729 ribu yang harus disetorkan oleh satu orang mahasiswa," ujar Ade Asyurahman dan Ahmad kepada wartawan media ini, di Rainbow Berkah Cafe, Putussibau, Rabu (24/4/2019) malam.

    Dijelaskannya, total mahasiswa yang akan berangkat untuk mengikuti PKL di Pontianak tersebut berjumlah kurang lebih 61 orang mahasiswa.

    Meskipun sulit dari segi ekonomi, namun kedua mahasiswa tersebut akan tetap berusaha keras, agar dapat memenuhi biaya yang sudah ditetapkan oleh pihak Kampus tersebut.

    "Kami akan berusaha keras mencari uang untuk dapat membayar biaya PKL tersebut," ungkap Ade Asyurahman dan Ahmad.  [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad