Recent comments

  • Breaking News

    SMANSA Gelar Program Pelatihan Kewirausahan bagi Guru dan Siswa

    Suasana saat pelatihan kewirausahaan.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - SMA Negeri 1 (SMANSA) Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, melaksakan kegiatan pelatihan IHT Strategi Kewirausahaan Melalui Model PBL, STEM dan Hots Program Kewirausahaan SMA Negeri 1 Putussibau, Jumat, 18 Oktober hingga Minggu 20 Oktober 2019.

    Pelatihan IHT tersebut dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Putussibau dan diikuti oleh seluruh Dewan Guru SMA Negeri  Putussibau serta Guru dari sekolah sahabat, dengan total peserta kegiatan 50 orang.

    Pelatihan kewirausahaan di SMANSA Putussibau.
    Agenda kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Drs. F. Lombok sekaligus membuka kegiatan secara seremonial.
    Pelatihan kewirausahaan.
    Setelah pembukaan, acara dilanjutkan  dengan materi pelatihan. Materi pertama yakni tentang model PBL berbasis STEM yang disampaikan oleh Drs. H. Padilah Daulay.

    Materi kedua dilanjutkan setelah sholat Jumat membahas mengenai model pembelajaran berbasis HOTS yang disampaikan oleh Suryati, S.Pd.

    Acara dilanjutkan kembali pada tanggal 20 Oktober 2019 di tempat yang sama dengan kegiatan dan peserta yang berbeda.

    Foto bersama.
    Pada kegiatan lanjutan itu peserta yang dilatih adalah siswa dari Pala (Pewarna Alam) SMA Negeri 1 Putussibau yang berjumlah 75 dan 5 orang dari sekolah sahabat.

    Materi yang disampaikan fokus pada tumbuhan jenis indigofera yang berpotensi menjadi tumbuhan yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat diekspor di pasaran luar negeri.

    Pemateri didatangkan langsung dari Jogyakarta yakni Bapak Widodo seorang pengusaha yang bergerak di bidang pewarna alami berbahan indigofera. Beliau adalah pelopor berdirinya usaha Tom Batik Pewarna Alami Indonesia mengolah bahan alami sebagai pewarna media kain.

    Tanaman indigofera yang diolah dan diajarkan kepada Pala SMANSA adalah jenis indogofera tinctoria yang menghasilkan warna biru, warna yang sulit dihasilkan oleh tumbuhan alami.

    Di Kapuas Hulu sendiri terdapat jenis tanaman yang tergolong indogofera trinctoria yakni tanaman rengat dan itulah yang akan diolah oleh siswa Pala SMANSA.

    Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari materi sampai praktik langsung mengolah bahan indigovera menjadi pewarna alami.

    Para guru dan siswa yang mengikuti kegiatan dalam program kewirausahaan ini mendapatkan pengalaman berharga. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pihak sekolah yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

    Kepala SMA Negeri 1 Putussibau Mochamad Djusanudin, S.Pd, M.Si berharap, dengan adanya kegiatan tersebut dapat melatih guru menjadi tenaga pengajar yang unggul dan berkualitas serta selalu memperbaharui ilmu-ilmu keguruan yang selalu mengalami penyempurnaan dan perbaikan setiap tahun serta dapat menghububgkan kegiatan pembelajaran di kelas dengan jiwa kewirausahaan yang berwawasan.

    Selain itu, tidak hanya guru program kewirausahaan ini dapat menjadi wadah siswa untuk belajar mengembangkan jiwa entrepreneur dan belajar mengenal potensi wilayahnya dan mengolahnya sebagai inovasi berwirausaha untuk bekal hidup kelak.

    Penulis: Jurnalisme SMANSA (Fajar Bahari)
    Editor  : Noto

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad