Recent comments

  • Breaking News

    6 Desa di 3 Kecamatan Perbatasan RI-Malaysia di Kapuas Hulu Dialiri Listrik Negara

    Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, SH, bersama rombongan saat tiba di Desa Kumang Jaya, Kecamatan Empanang, yang berada di wilayah Perbatasan RI-Malaysia, dalam rangka meresmikan penyalaan listrik secara serentak di enam Desa yang berada di tiga Kecamatan, wilayah Perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (kemarin).
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, SH, meresmikan penyalaan listrik secara serentak di 6 (enam) desa, yang berada di tiga Kecamatan, di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (19/3/2021).

    Enam Desa tersebut yakni Desa Kumang Jaya dan Desa Laja Sandang Kecamatan Empanang, Desa Kantuk Asam, Desa Kantuk Bunut dan Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana serta Desa Semutik Kecamatan Badau.

    Bupati menyatakan, kebutuhan energi listrik bagi masyarakat, mendorong pemerintah untuk membangun pasokan listrik di Desa yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.

    "Tujuan pasokan sumber energi listrik ini digunakan untuk penerangan rumah tangga atau industri rumah tangga yang pada akhirnya dapat membawa perubahan sosial dan ekonomi masayarakat khususnya di perbatasan," ujar Fransiskus Diaan..

    Fransiskus berpesan kepada masyarakat, agar dapat berpartisipasi dalam menjaga dan mengawasi aset-aset listrik.

    "Kepada Camat dan Kepala Desa agar dapat berkerjasama dengan masyarakat untuk mendukung serta mensosialisasikan cara menjaga aset listrik yang baik," pesannya.

    Sementara itu, General Manager PT. PLN Persero Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, J.A Ari Dartomo, mengatakan, fokus PLN adalah berusaha untuk menyediakan kebutuhan listrik di daerah khususnya di daerah perbatasan.

    "Listrik yang ada sekarang merupakan program khusus dari PLN Kalimantan Barat, yang telah berusaha dengan berbagai upaya untuk menyediakan kebutuhan listrik meskipun PLN memiliki keterbatasan dalam menyediakan listrik," terang Dartomo.

    Dijelaskan Dartomo, pembangunan listik dengan tenaga diesel akan semakin dibatasi, dikarenakan keterbatasan penyediaan bahan bakar minyak.

    "Saya berharap, dengan adanya listik ini, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di perbatasan," harapnya.

    Dartomo berpesan kepada masyarakat, agar bersama-sama peduli dalam menjaga aset yang ada tersebut. 

    "Jaringan listik merupakan kebutuhan kita bersama sehingga perlu ada kesatuan dalam mensupport agar aliran dapat lancar seperti memberi informasi ke PLN terkait kendala yang didapati di lapangan," tuturnya.

    Dartomo mengimbau kepada masyarakat bahwa, di sisi lain, listrik juga merupakan benda yang berbahaya, sehingga perlu dukungan dari semua pihak untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penggunaan listik yang aman. [Woto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Ukiklan Ukiklan

    Post Bottom Ad

    Ukiklan