Setahun Ini Imigrasi Putussibau Telah Terbitkan 4.454 Paspor - Dorong Kenaikan PNBP
![]() |
| Petugas Imigrasi, saat melayani warga. |
Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan jumlah penerbitan paspor dibandingkan tahun sebelumnya, karena harga paspor tahun ini lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya, namun secara signifikan terjadi peningkatan pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Analis Keimigrasian Ahli Pertama Pada Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Imigrasi TPI III Putussibau, Kiagus Daffa Triandeda menyampaikan, pelayanan turun lapangan melalui program Mobile Service atau Jemput Bola menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dinamika jumlah penerbitan paspor pada tahun ini.
Meskipun dihadapkan pada tantangan akses perjalanan dan keterbatasan jaringan internet, inovasi layanan kini semakin terbantu dengan dukungan Starlink, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Dari sisi distribusi bulanan, penerbitan paspor berjalan lancar dan stabil, dengan rata-rata 300–400 paspor per bulan. Momen dengan penerbitan tertinggi biasanya terjadi pada saat libur panjang dan akhir tahun, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berpergian.
Jenis paspor yang paling banyak diterbitkan adalah paspor elektronik 5 tahun, yang menunjukkan tren meningkatnya kebutuhan masyarakat akan dokumen perjalanan yang lebih modern dan berstandar tinggi.
Adapun rata-rata penerbitan harian mencapai sekitar 20-an paspor, sementara penerbitan mingguan berada di angka lebih dari 100 paspor.
Pada kategori layanan paspor khusus, Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau sepanjang tahun 2025 ini mencatat tiga jenis kebutuhan perjalanan yang paling banyak diajukan oleh masyarakat.
Pertama, paspor untuk keperluan Haji diterbitkan sebanyak 88 dokumen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemohon paspor untuk keberangkatan Haji masih relatif stabil dan tetap menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.
Kedua, paspor untuk keperluan Umroh tercatat mencapai 957 dokumen. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan layanan Haji, sejalan dengan tingginya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah Umroh yang tidak terikat musim tertentu dan dapat dilakukan sepanjang tahun.
Sementara itu, kategori dengan jumlah penerbitan terbanyak adalah paspor wisata, yaitu mencapai 2.758 dokumen.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata, baik dalam rangka libur panjang maupun kegiatan pribadi lainnya, masih mendominasi permohonan paspor sepanjang tahun.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa perjalanan ibadah dan wisata tetap menjadi alasan utama masyarakat Putussibau dan sekitarnya dalam mengurus paspor, dengan wisata menjadi permohonan paling dominan.
Sedangkan untuk layanan percepatan, tercatat sebanyak 99 pemohon yang menggunakan layanan tersebut. Layanan reguler tetap menjadi yang terbanyak dengan 4.355 pemohon.
Kepala Kantor Imigrasi TPI lll Putussibau, Uray Aliandri, menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan layanan mobile, dan memperkuat aksesibilitas masyarakat terhadap pembuatan paspor.
"Dengan adanya inovasi serta peningkatan sarana pendukung, Imigrasi Putussibau berharap dapat memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan professional," ujar Uray Aliandri, dihubungi Kamis (27/11/2025).
Dengan berbagai capaian tersebut, Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau terus berkomitmen dalam memberikan layanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui peningkatan kualitas pelayanan, optimalisasi teknologi, serta perluasan jangkauan layanan, diharapkan kemudahan dalam pengurusan paspor dapat semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Kapuas Hulu dan sekitarnya, terutama daerah 3T (terluar, terpencil dan tertinggal).
Imigrasi Putussibau menegaskan bahwa upaya perbaikan akan terus dilakukan demi mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan PNBP. (Nt)



Tidak ada komentar