Recent comments

  • Breaking News

    Warga Sejiram Keluhkan Raskin Tak Layak Konsumsi

    Beras Raskin yang tak layak di konsumsi.
    PUTUSSIBAU, Uncak.com - Kualitas beras miskin (Raskin) yang didistribusikan oleh Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) kepada masyarakat Desa Sejiram, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat beberapa hari lalu, dianggap tidak layak konsumsi.

    "Saya mau tanya dengan teman semua apakah ada keluhan dengan beras Bulog kemarin yang dibagikan, apakah ada keluhan seperti berasnya sudah agak menguning, aromanya seperti beras yang sudah lama di stok, dan lain-lain. Saya lihat berasnya sudah lama, kemudian sata coba memasaknya, tapi aromanya sangat menyengat, apakah hanya saya saja yang merasa seperti itu..??," tulis Petrus Aquary Tody pada Akun Facebook yang diupload di  grup Sejiram Informasi/Save Sungai Seberuang, Senin (21/8/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

    Tak lama setelah diupload, berbagai macam tanggapan muncul dari para anggota grup tersebut yang merupakan mayoritas warga Kecamatan Seberuang menanggapinya melalui komentar, diantaranya ada yang mengatakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Petrus Aquary Todi, bahwa "raskin tersebut seperti beras yang sudah lama di stok, sebab sudah dalam keadaan berwarna hitam kekuning-kuningan dan berbau tidak sedap atau baunya sangat menyengat, serta banyak sekam," ujar sejumlah komentar warga Kecamatan Seberuang dalam grup Facebook Sejiram Informasi/Save Sungai Seberuang tersebut.

    Ironisnya lagi, menurut salah satu warga yang ikut berkomentar, mengatakan bahwa ia ada menemukan semacam plastik pada raskin tersebut, selain itu, warga lainnya juga menemukan banyak kutu dan diduga masa kadaluwarsa raskin itu sudah lewat jauh, sebab pada kemasan (karung) tercantum tahun 2016. "Meski sudah dicuci berulang-ulang, tapi baunya tetap tidak hilang, baunya asam," komentar warga pada grup facebook tersebut.
    Bahkan ada warga Sejiram lainnya mengatakan, bahwa Raskin tersebut layaknya diberikan kepada hewan unggas dan hewan lainnya, bukan diberikan kepada masyarakat atau kepada manusia. "Beras itu didistribusikan kepada Warga Sejiram sekitar seminggu yang lalu, masing-masing mendapat jatah sekitar lebih kurang 10kg per KK. Harga per kg sebesar Rp 2 ribu," ungkap warga.

    Lebih lanjut warga mengatakan, bahwa pendistribusian raskin tersebut langsung dari pusat. "Menurut informasinya, beras Bulog itu langsung didistribusikan oleh Perum Bulog pusat, bukan dari Provinsi atau Kabupaten," terang warga.

    Warga Sejiram berharap kepada pemerintah, baik Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat, agar kedepannya pendistribusian raskin ini harus melalui pengawasan dari pemerintah terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

    "Harusnya pemerintah terkait mengecek terlebih dahulu sebelum raskin tersebut didistribusikan kepada masyarakat, agar pemerintah bisa melihat, apakah raskin ini layak atau tidak untuk dikonsumsi oleh masyarakat, jika tidak layak, maka pemerintah harus tegas menolaknya," pungkas warga penuh harap.  [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad