Recent comments

  • Breaking News

    Peran Posyandu Dalam Pembangunan Manusia

    Ahmad Kurnia saat menyampaikan pemaparan.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) se-Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat merupakan wujud peningkatan peran serta masyarakat dalam pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di Kabupaten Kapuas Hulu.

    Dari berbagai UKBM tersebut, yang paling menonjol keberadaanya di desa adalah Posyandu. Dengan kata lain Posyandu adalah sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan terdepan di desa. Dimana kegiatanya dilakukan sepenuhnya dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat dan dikelola bersama-sama masyarakat desa secara langsung.

    Kegiatan Revitalisasi Posyandu di Kecamatan Puring Kencana ini difasilitasi oleh Puskesmas Puring Kencana, dihadiri beberapa Kepala Desa beserta Kader Posyandu dari semua desa se-Kecamatan Puring Kencana, dengan menghadirkan Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Ahmad Kurnia sebagai Narasumber, bertempat di Balai pertemuan Desa Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Sabtu (2/12/17).

    Dikatakan Ahmad, bahwa Kegiatan Serupa seperti ini juga sebelumnya sudah pernah dilaksanakan di beberapa Kecamatan dan desa lainnya.

    "Dari beberapa UKBM yang sudah dan sedang dikembangkan tidak akan berjalan secara optimal, jika tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat dan Pemangku Kepentingan yang ada di Desa," katanya.

    Ahmad menjelaskan, hingga saat ini dari 282 Desa dan 4 Kelurahan di Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa UKBM yang sudah berjalan dan dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, yakni Desa Siaga.

    "Desa siaga tersebut berjumlah 27 desa, 389 Posyandu dengan 2.099 Kader, 233 Pos Pelayanan Terpadu Lanjut Usia (Posyandu Lansia), 90 Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), 189 Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), 166 Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), 7 Desa Open Defecation Free (ODF), dan 483 Kader Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), semua itu dengan berbagai Strata atau Tingkat Kemandirianya yang sesuai dengan kriteria dan persyaratanya masing-masing," jelasnya.

    Menurut Ahmad, tujuan dari pengembangan UKBM tersebut, secara umum pada hakikatnya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara mandiri dan menyeluruh dengan terus berupaya meningkatkan Status Gizi Bayi, Balita dan anak-anak bahkan Ibu Hamil (Bumil).

    "Selain itu, tujuannya juga untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan melalui program-program seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) serta program lainya," ungkapnya. [Rilis/Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad