Recent comments

  • Breaking News

    Klarifikasi Plt Kepala SMAN 1 Boyan Tanjung Terkait Didemo Siswanya

    Saat siswa-siswi OSIS SMAN 1 Boyan Tanjung menggelar aksi demo di halaman sekolahnya beberapa hari lalu.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Boyan Tanjung Nurhayati, menanggapi aksi protes yang dilakukan oleh sekitar seratusan siswa-siswi OSIS SMA Negeri 1 Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu terhadap dirinya.

    Aksi protes yang dikemas dalam bentuk demo oleh siswa-siswi OSIS SMA Negeri 1 Boyan Tanjung di halaman sekolahnya pada Kamis 26 April 2018 lalu itu dinilai olehnya bahwa ada provokator dibaliknya.

    "Saya secara pribadi dan mengatasnamakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja dan mengabdi di dunia pendidikan sudah 15 tahun sejak Terhitung Masuk Tanggal (TMT) 1 Januari 2004," ujar Nurhayati dalam rilis yang diterima uncak.com, Sabtu (28/4/2018).

    Dijelaskan Nurhayati, dirinya sungguh sangat menyayangkan atas aksi demo dengan tujuan untuk menggantikannya dari jabatan Plt. Sebab realnya dia telah mengajukan pengunduran diri sejak September 2017 lalu dikarenakan alasan kesehatan.

    "Yang membuat saya tidak bisa standbye di tempat tugas, karena saya sakit. Hasil ronsen dan rekam medik bisa di cross cek di RSUD Dr. Achmad Dipinegoro Putussibau. Dimana saya mengalami retak pada tulang panggul dan bengkok pada tulang belakang," jelasnya.

    Dia menambahkan, saat ini dirinya mengalami penimbunan lemak pada hati stadium 3 (tiga). Dan setiap lima hari, ia mengambil obat ke dokter syaraf di RSUD Dr. Achmad diponegoro Putussibau.

    "Saya tidak terima jika saya dibilang tidak pernah melaksanakan tugas. Siapa yang mengumpulkan masyarakat dan orang tua siswa dalam persiapan menghadapi UNBK, memangnya Ketua OSIS dan provokatornya kah?," ungkapnya.

    Kemudian lanjut dia, yang nyusun profil sekolah, laporan bulanan, serta memenuhi panggilan dinas Provinsi terkait pelaporan keuangan dan lain-lain sebelum menjabat.

    "Memang keuangan BOS belum saya cairkan sampai saat ini. Karena saya tidak terima sebagai Kepala sekolah saya hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk mencairkan dana, sementara dewan guru yang mengelola dan memegang dana diluar kebutuhan tanpa saving untuk keperluan urgent sekolah," katanya.

    Dimana katanya, asal berbagi makan-makan di warung merasa sudah kompak. Sementara dana yang diminta mereka untuk mereka pegang dan kelola belum ada kejelasan dan dijelaskan pada dirinya.

    "Dana itu mereka gunakan untuk apa, tidak ada nota serta tidak ada kwitansinya. Demikian juga dengan dana BOS yang digunakan untuk membayar honor guru," terangnya.

    Ditegaskannya, selaku Plt. Kepala sekolah, Nurhayati meminta data berapa per guru yang menerima pembayaran dan berapa real dari dana BOS yang diatur oleh bendahara Komite untuk menggaji guru honor.

    "Tapi hingga hari ini tidak diberikan rincian dan penjelasannya. Pada intinya SMA Negeri 1 Boyan Tanjung memang telah dismanagement sebelum saya memimpin. Dimana hak pimpinan tidak didapatkan dalam mengatur dan menata," tegasnya.

    Menurut Nurhayati, ketika diberi tugas dan tanggungjawab, semua dewan guru yang PNS menolak bekerja sama. Sementara guru honor sangat ingin berbuat untuk sekolah seperti Bapak Samsul Hadi, S.Pd, Bapak Joko Suprianto, S.Pd. Tapi mereka masih terkendala dengan NIP.

    "Selama saya di Pltkan di SMAN 1 Boyan Tanjung, bawahanlah yang mengatur dan mengintervensi pimpinan. Jika masyarakat dan dewan guru menuntut saya standbye dari hari Senin hingga Sabtu dengan kondisi saya yang sakit, apa mereka tidak punya perikemanusiaan?," tuturnya.

    Dikatakan Nur, dirinya sekarang nol jam karena tidak  mengajar. Tapi urusan diluar sekolah juga tidak sedikit. Sebab sejak awal dengan melihat potensi diri, dia tidak pernah mengharapkan dan menginginkan jabatan apapun.

    "Saya merasa lebih bahagia sebagai guru biasa. Karena saya bisa sharing banyak hal pada siswa-siswi yang saya cintai. Pernah siswa-siswi berorasi di kantor Camat Badau pada tahun 2005 lalu. Mereka menahan dan meminta saya untuk tidak pindah dari Badau," ucapnya.

    Saat ini Nurhayati hanya ingin kebijakan Pemerintah terkait. Karena dalam hal ini dia memiliki keluarga yang tentu saja sudah berjuang dengan susah payah untuknya, baik berjuang dalam kehidupan, dalam pendidikan, kasih sayang, maupun banyak hal yang tidak bisa ia sebutkan satu persatu.

    "Kepada Bapak provokator, saya mohon banyak berdoa untuk kebaikan anak cucu karena Allah maha melihat dan maha mengetahui," pungkasnya. [Red] 

    Editor : Noto

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Computer Pro

    Post Bottom Ad

    Computer Pro