Recent comments

  • Breaking News

    Studi Banding Kewirausahaan Produk Kain Tenun Warna Alami

    Suasana saat kegiatan studi banding.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - SMA Negeri 1 (SMANSA) Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, melakukan kegiatan studi banding kewirausahaan produk kain tenun warna alami di Dusun Kelawik, Desa Mensiau, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (8/9/2019).

    Studi banding tersebut diikuti oleh 17 orang siswa dari organisasi intrasekolah Pala (Pewarna Alam) dan 8 orang guru yang menjadi pendamping dan koordinator kegiatan.
    Para guru pendamping saat melakukan studi banding.
    Dimana para rombongan dari SMA Negeri 1 Putussibau ingin mengetahui penerapan wirausaha tenun dengan pewarna alami milik masyarakat Desa Mensiau.

    Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Rumah Betang Dusun Kelawik, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Mensiau Silvester Berasap.

    Foto bersama
    Kegitan studi banding tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

    Adapun agenda kegiatan yang dilaksanakan yaitu pertama, pembukaan acara yang langsung dilanjutkan dengan agenda studi banding.

    Dalam agenda studi banding itu, perserta diperlihatkan beberapa prosedur pembuatan produk yang dilakukan oleh tim pengelola wirausaha desa bernama Aspuk (Anggota Perempuan Pengusaha Kecil) dan Kelompok Tenun Nibung Berayut yang mengelola dan memproduksi produk lokal berbahan alami di Desa Mensiau.

    Prosedur yang diperlihatkan mulai dari cara pembuatan pewarna, mewarnai benang, sampai menenun kain yang akan diolah menjadi berbagai produk unggulan yang akan dipasarkan dalam maupun luar negeri.

    Saat praktek.
    Studi banding yang dilakukam tidak hanya melihat prosedur pembuatan produk dan cara pemasaranya, tetapi para peserta studi banding juga mengkaji bahan-bahan pembuatan produk tersbut dari beberapa bidang, yaitu kajian bidang studi fisika mengenai zat cair untuk mengetahui zat pembentuk warna yang terkandung dalam pewarna alami.

    Selanjutnya kajian dari bidang studi prakarya yaitu klarifkasi jenis tanaman indigovera yang menjadi bahan pewarna alami, dan kajian dari Pala (Pewarna Alam) mengenai inovasi bahan pewarna sablon yang terbuat dari bahan alami.

    Kedatangan para peserta disambut hangat oleh masyarakat. Peserta pun tampak antusias mengikuti kegiatan.

    Kepala SMA Negeri 1 Putussibau, Mochamad Djusanudin, S.Pd, M.Si mengatakan, kegiatan studi banding itu sangat didukung oleh sekolah karena merupakan suatu program yang memiliki dampak yang besar bagi perkembangan pengetahuan, kreatifitas, dan inovasi siswa sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang telah dipelajari disekolah terhadap peluang belajar di luar sekolah atau ke lembaga masyarakat yang bergerak di bidang kewirausahaan kreatif.

    “Selain belajar mengenai wawasan wirausaha berkembang di desa-desa, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah dalam mengikuti praktik lapangan di kegiatan studi banding, sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi motivasi dan inovasi dalam berwirausaha kelak,” ujar Kepala Sekolah seusai kegiatan.

    Hal senada juga disampaikan oleh ketua rombongan studi banding Suryati, S.Pd.

    Dikatakan Suryati, kegiatan studi banding seperti itu disarankan untuk rutin dilakukan karena memberi pengalaman langsung kepada siswa dari aspek kewirausahaan dan pengalaman tersebut akan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk mereka kelak waktu yang akan datang.

    Penulis: Jurnalisme SMANSA (Yenni Merdekawati)
    Editor  : Noto

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad