Recent comments

  • Breaking News

    Kabar Penculikan Anak di Putussibau Hoax, Guru Harus Saring Laporan Murid

    Kapolres Kapuas Hulu saat menggelar pertemuan dalam rangka mengklarifikasi issue Penculikan anak yang beredar sebelumnya.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Menanggapi issue pada 22 Februari 2020 lalu tentang kabar penculikan anak Sekolah Dasar (SD), yang terjadi di SDN 02 Kedamin Hulu, Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Polres Kapuas Hulu menggelar pertemuan, bertempat di Aula Mapolres setempat, Selasa (25/2/2020).
    Pihak yang bersangkutan.
    Pertemuan tersebut dalam rangka mengklarifikasi kabar yang sempat beredar luas hingga membuat masyarakat resah.

    Pertemuan tersebut langsung menghadirkan anak (murid) yang dikabarkan mengaku hendak diculik tersebut.

    Hadir pula dalam pertemuan itu yakni ibu kandungnya dan kepala sekolah yang bersangkutan.

    Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero, Kapolres Kapuas Hulu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, H. Jumran, Kapolsek Putussibau Selatan dan unsur instansi pemerintah lainnya.

    Pada kesempatan itu, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wedy Mahadi mengatakan, kabar yang beredar tersebut merupakan kabar hoax atau kabar bohong.

    "Kabar penculikan anak yang beredar itu adalah hoax," ujar Kapolres.

    Kapolres mengimbau, agar membiasakan diri untuk melakukan check and richeck, croscek and finalcheck sebelum menshare informasi.

    "Dalam media sosial, ada aturan yang berlaku yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang sanksi pidananya sangat tegas," paparnya.

    Kapolres meminta agar dari pihak sekolah dan dinas supaya dapat mensosialisasikan hal tersebut kepada para pelajar.

    Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero menegaskan, supaya tidak boleh menganggap remeh media sosial.

    Ia mengimbau kepada para guru dan pelajar, agar mengajar dan belajar yang baik dan benar.

    "Khusus untuk para guru, agar menyaring terlebih dahulu laporan dari para anak didiknya, jangan langsung mengambil tindakan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, apalagi ini menjelang Pilkada, yang tentunya banyak issue yang beredar dan belum tentu benar," tegasnya.

    Wabup berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi dimana harus saling mengingatkan supaya tidak menimbulkan keresahan terhadap masyarakat luas.

    "Ini akibat keterangan anak didik (murid) tidak difilter (disaring) oleh sang guru terlebih dahulu, dimana percaya begitu saja sehingga issue menjadi melebar dan akhirnya meresahkan masyarakat luas," ungkap Wabup. [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    duka

    Post Bottom Ad

    maulid kabanindo