Recent comments

  • Breaking News

    Program Biogas di Dusun Sadap Telah Beroperasi

    Demontrasi atau peragaan pemanfaatan Biogas.
    PUTUSSIBAU, Uncak.com - Program Biogas di Dusun Sadap, Desa Manua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat telah beroperasi. Program yang berbahan baku utama dengan menggunakan kotoran babi ini, mulai diinisiasi pada tahun 2015 lalu atas kerjasama antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dengan International Tropical Timber Organization (ITTO).

    Melalui kerjasama tersebut, akhirnya program Promoting Biodiversity Conservation in Betung Kerihun National Park (BKNP) as the Trans-boundary Ecosystem between Indonesia and Sarawak State of Malaysia (Phase III) ini dapat terlaksana. Kurun waktu 1,5 tahun merupakan proses pembelajaran, trial and error, dan yang paling penting adalah proses penyiapan masyarakat dari cara pandang atau pola fikir dan motivasi terhadap suatu perubahan untuk kemajuan dan kesejahteraan mereka.

    Saat ini, masyarakat Rumah Panjang (Betang) Dusun Sadap sudah siap untuk membangun kampungnya, meningkatkan kesejahteraan warganya melalui pemanfaatan Biogas.  Masyarakat secara sukarela bergotong royong membangun kandang babi, membangun tempat penampungan gas dari kotoran babi (degester), membangun kandang sapi dan ruang tempat mereka akan memanfaatkan biogas bagi kehidupan ekonominya.

    Atas gotong rotong dan kerjasama dari semua pihak, saat ini gas dari kotoran Babi telah digunakan untuk memasak, menghidupkan lampu penerangan, menghidupkan pompa air dan menghidupkan genset untuk membuat sampan atau perahu, dan lain-lain.

    Agar menghasilkan gas, masyarakat secara sukarela memasukkan babi-babi peliharaan mereka ke dalam kandang-kandang yang sudah disiapkan, hingga saat ini telah ada sebanyak 25 ekor babi dari kapasitas kandang untuk 28 ekor babi.  Sedangkan untuk kandang sapi tersedia kapasitas untuk 4 ekor sapi, yang nantinya sapi tersebut akan dibelikan oleh pihak BBTNBKDS dan ITTO.         

    Prosesi upacara Padarak atau syukuran. 
    Untuk berbagi rasa syukuran dan bahagia, masyarakat Dusun Sadap mengundang berbagai pihak dalam dalam acara sukuran antara lain, pihak BBTNBKDS, ITTO, Camat, Beberapa Desa dan Dusun, tokoh-tokoh adat dari Rumah Betang disekitar mereka.

    Acara syukuran ini dimulai dengan Upacara Pedarak, yaitu upacara adat dalam rangka pemberkatan karena telah mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa agar Biogas yang sudah dibangun dapat bermanfaat bagi warga Betang Dusun Sadap sehingga nantinya warga Betang Dusun Sadap dapat lebih sejahtera. Upacara adat ini dipimpin langsung oleh Tumenggung Dayak Iban Betang Dusun Sadap yakni Bapak Janggau.

    Setelah upacara Pedarak selesai, dilanjutkan dengan demonstrasi atau peragaan pemanfaatan Biogas, yakni menghidupkan kompor, lampu strongking, dan generator unit (genset) untuk menghidupkan mesin ketam kayu.

    Menurut pengakuan dari salah satu warga yakni Fransiskus Jua, selama biogas ini dioperasikan sudah menghasilkan 1 (satu) buah perahu atau body speed, dimana seluruh bahan perahu tersebut diketam dengan menggunakan genset biogas. Dengan demikian tidak perlu bahan bakar minyak (BBM) lagi, ujarnya.

     Sebagai perbandingan, selama ini masyarakat harus mengeluarkan biaya BBM untuk ketam satu buah sampan sekurang-kurangnya Rp250 ribu. Namun dengan adanya Biogas dari kotoran babi ini mereka tidak perlu lagi mengeluarkan uang.

    Ketua kelompok pengelola Biogas Moses Bungkong dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak BBTNBKDS dan ITTO atas fasilitas dan pendampingannya sehingga program Biogas ini bisa berjalan dengan baik. Moses juga menyampaikan harapannya agar tetap ada program lanjutan yang berkaitan dengan pemanfaatan Biogas untuk ekonomi masyarakat seperti, pelatihan pembuatan kripik singkong, kripik rebung, lempok durian, emping jagung, asinan labu, pemanfaatan kompos, pembuatan kerajinan, dan lain-lain, harapnya.

    Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBKDS yang diwakili oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi Ahmad Munawir, S.Hut, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Rumah Panjang Dusun Sadap atas semangat gotong royong dan motivasi yang tinggi, sehingga program Biogas ini dapat berjalan dengan baik dan saat ini telah mulai diarasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    "Tujuan utama Program Biogas bukanlah untuk menghasilkan api dan listrik, tapi lebih jauh adalah melalui sarana Biogas masyarakat dapat membangun ekonominya untuk kesejahteraannya melalui usaha-usaha produktif," ungkap  Ahmad, Jumat (21/7/2017).

    Ahmad menyarankan agar membuat usaha yang pasarnya memang sudah tersedia. "Coba lihat apa yang dijual di pasar-pasar atau toko yang bahan baku utamanya ada di kampung kita, maka cobalah buat produk tersebut, sebab kita masih berada di wilayah perbatasan dengan Serawak, maka buatlah produk dan kerajian yang laku di pasar mereka," jelasnya.

    Terkait mutu dan kualitas, pihak BBTNBKDS dan ITTO bersedia memfasilitasi dalam mendatangkan tenaga-tenaga ahli di bidang yang akan dikembangkan oleh masyarakat. Ahmad Munawir juga menitip pesan kepada tokoh adat, Kepala Dusun dan Kepala Desa serta Camat Embaloh Hulu agar senantiasa bersinergi dengan BBTNBKDS. 

    "Apabila ada hal-hal terkait pengelolaan TN Betung Kerihun di wilayah kecamatan Embaloh Hulu, khususnya Dusun Sadap agar dapat dikomunikasikan dan dibicarakan dengan pihak BBTNBKDS, sehingga hubungan baik yang selama ini telah terbangun tetap dapat dipertahankan, dan paling penting adalah kita tetap bersama-sama menjaga kelestarian sumberdaya alam di dalam kawasan TN Betung Kerihun untuk masa depan anak cucu kita," pungkasnya.  [Red]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    AMrin

    Post Bottom Ad