Recent comments

  • Breaking News

    Pasca Robohnya Jembatan Gantung Nanga Dangkan

    Foto: Kondisi jembatan gantung Nanga Dangkan yang roboh. (Uncak.com/Rio)
    Silat Hulu (Uncak.com) – Situasi pasca miringnya jembatan gantung yang diakibatkan robohnya tiang penyangga bagian atas jembatan pada hari Rabu, (24/8/16) sekitar pukul 15.15 WIB, yang menghubungkan Desa Nanga Dangkan dengan Dangkan Kota Kecamatan Silat Hulu Kabupaten Kapuas Hulu masih seperti hari sebelumnya belum tampak ada upaya untuk mengganti atau memperbaiki jembatan yang roboh.

    Untuk situasi jembatan yang kedua, hari ini Kamis (25/8/16) terlihat antrian warga baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor yang yang ingin menyeberang untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Bahkan ada sebuah sepeda motor yang biasanya menjual sayur keliling terpaksa mundur karena keranjang sayurnya tidak muat untuk melewatinya. Hal ini disebabkan jembatan tersebut lebih kecil dari jembatan utama yang roboh.


    Salah satu warga Desa Nanga Dangkan Lusi (20) menuturkan, bahwa dampak dari robohnya jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Dangkan I dan Desa Dangkan II ini seperti yang kita tahu fungsi jembatan ini sangat besar bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah Dangkan I yang banyak menggunakan jembatan tersebut. Sehingga dengan robohnya jembatan ini tentu sangat mengganggu  aktivitas masyarakat karena jembatan yang kedua sangat jauh dan harus memutar kehulu. “Sudah agak jauh untuk keliling melewatinya ditambah lagi jembatannya pun kecil dan sempit,” tutur Lusi kepada media ini, Kamis (25/8/16).


    Dalam masalah ini kita tidak bisa menyalahkan pengelola jembatan atau masyarakat, karena seperti yang kita ketahui jembatan ini sudah dibangun sejak tahun 2006 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan sudah beberapa kali mengalami perbaikan terutama lantainya. Namun, baru sekarang jembatan tersebut mengalami patah tiang penahan tali slengnya yang mungkin dikarenakan sudah puluhan tahun tiangnya, terangnya.


    Masyarakat hanya menggunakan sarana yang ada, tetapi pemerintah baik dari pemerintah Desa, Kecamatan hingga Kabupaten harus jeli dan cepat tanggap melihat situasi pembangunan sarana dan prasarana yang sudah ada. “Kalau hanya dibiarkan begitu saja tentunya akan rusak dan tidak bisa digunakan secepatnya, dan kalau jeli melihat kondisi jembatannya tentu sebelum roboh sudah diantisipasi lebih awal,” ungkap Lusi.


    Masyarakat Nanga Dangkan khususnya, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu agar jembatan ini bisa secepatnya di perbaiki atau di bangun kembali, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan lancar seperti biasanya, harapnya.


    [ Rio ]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad