Recent comments

  • Breaking News

    Usai Buka Pengobatan Gratis, Nasir Tinjau Sunatan Massal di Puskesmas Semitau

    Saat Bapak AM Nasir memberikan bantuan secara simbolis, dengan dilanjutkan meninjau langsung pengobatan gratis dan sunatan massal.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Setelah membuka acara kegiatan  pengobatan gratis bersama dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir langsung meninjau kegiatan sunatan massal di Puskesmas semitau, Rabu (27/9/17).

    Bupati juga menyerahkan secara simbolis berupa sarung, kopiah dan buku tulis, serta tabungan dari BPD Semitau kepada anak-anak peserta sunatan massal.

    Adapun peserta yg ikut sunatan massal sebanyak 130 orang, diantaranya siswa SD, sisws SMP dan siswa SMA. Bahkan ada pula  yang sudah beristri.

    Yohanes Debrita siswa kelas VIII SMPN 1 semitau yang merupakan salah satu peserta sunatan massal mengatakan bahwa disunat itu adalah bagian dari kesehatan. "Saya mengajak teman-teman yang belum disunat agar jangan takut untuk disunat karena disunat itu tidak sakit seperti yang diceritakan kebanyakan orang," katanya.
    Saat salah satu anak disunat oleh petugas dari kesehatan.
    Yohanes ini disunat dengan ditemani oleh bapaknya Paulus. Dikatakan Paulus, bahwa dirinya sangat bersyukur kepada Pemerintah daerah sebab telah mengadakan acara sunatan massal ini, dimana telah meringankan biaya bagi keluarga yang tidak mampu.

    "Sunat itu bukan hanya untuk kaum Muslim, tapi non muslim juga harus disunat mengingat disunat itu adalah bagian dari kesehatan. Saya berharap Pemda Kapuas Hulu bisa setiap tahun mengadakan acara seperti ini," harapnya.

    Acara sunatan massal ini melibatkan dokter dan perawat yang ada di Kapuas hulu. Mereka tergabung dari Dinas kesehatan, Puskesmas Putussibau Selatan dan Puskesmas Semitau.

    Ketika ditemui, dokter Dasmiati Olfah dari Kecamatan Jongkong bersama Kepala Puskesmas Semitau Riza Firdaus mengatakan, bahwa mereka merasa bersyukur karena Kecamatan Semitau khususunya Puskesmas Semitau menjadi Tuan rumah dalam sunatan massal ini.

    Abi,  sapaan akrab Riza Firdaus, pria kelahiran Kabupaten Sambas, Kalbar yang lahir 39 tahun silam ini,  juga berharap agar kegiatan seperti ini tetap terus berlanjut.

    "Saya akan terus menjalin kerjasama dengan Muspika, guna mesosialisakan pentingnya disunat, mengingat disunat itu adalah untuk kesehatan," ungkapnya.  [Didi]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad