Recent comments

  • Breaking News

    Proyek Jalan Nasional Pala Kota-Silat Ancam Keselamatan Pengendara

    Kondisi pengerjaan proyek jalan nasional Pala Kota-Silat yang mengancam keselamatan pengguna jalan karena ditutupi oleh tanah sehingga ruas jalan menjadi licin (Foto/warga), Jumat, kemarin.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Pengguna jalan mengeluhkan pengerjaan ruas jalan nasional mulai dari Pala Kota Kecamatan Seberuang hingga Kecamatan Silat Hilir.

    Proyek tersebut sepanjang 118 kilometer, dengan pagu dana sekitar Rp20 miliar lebih. Namun, tidak semua ruas jalan ditangani, melainkan hanya titik-titik (spot-spot) tertentu saja.

    Proyek itu berdampak buruk bagi pengguna jalan yang melintasi ruas jalan tersebut. Dimana sejak Jumat dinihari sekitar pukul 04.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah pengguna jalan terjebak dalam antrean panjang kendaraan sekitar satu kilometer, sebab jalan itu licin akibat tanah dari pekerjaan jalan itu menutupi ruas jalan.

    Pekerjaan jalan yang berlokasi di daerah Pala Kota, Kecamatan Seberuang hingga ke Kecamatan Silat Hilir dan Simpang Semitau, Jalan Lintas Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat tersebut, sangat dikeluhkan oleh pengguna jalan yang melewati ruas jalan tersebut.

    Dimana pekerja proyek menimbun tanah di sebelah kiri dan kanan sehingga menutupi ruas jalan yang mengakibatkan jalan licin dan tidak bisa dilalui baik dari arah Putussibau-Pontianak mau pun sebaliknya.

    "Kemarin (Jumat, 29/11/2019), mobil saya terjebak antrean panjang sekitar lima jam, jalan licin, tanah tertimbun ke jalan raya dan terkena hujan, sehingga kendaraan tidak bisa lewat," kata salah satu pengendara, Bulen, Sabtu (30/11).

    Menurut Bulen, selaku pengguna jalan, dirinya bersama warga pengguna jalan lainnya saat melintasi jalan tersebut sangat kecewa karena pihak pekerja seolah mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

    "Sebagai pengguna jalan, kami meminta kepada pihak pelaksana jasa konstruksi pada pekerjaan jalan tersebut, untuk tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan jangan sampai terjadi lagi," tegasnya.

    Bulen mengatakan, walaupun saat ini sudah mulai bisa dilalui, tapi jalan tersebut masih rawan apalagi jika hujan turun.

    Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Transportasi Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, Hemmi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, dengan harapan agar dapat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyurati pelaksanaan pekerjaan.

    "Jalan tersebut berstatus jalan negara, sehingga kewenangan di provinsi dan kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat," terangnya.

    Hemmi mengakui, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan merupakan hal utama dalam berkendara, sehingga ia meminta kepada pihak pelaksana pekerjaan tersebut agar dapat memperhatikan hal tersebut.

    Sementara itu, perwakilan PT Batu Alam Berkah (BAB), Ari, yang merupakan petugas di lapangan mengatakan, terganggunya pengguna jalan atas pekerjaan jalan tersebut merupakan hal yang biasa.

    "Pelaksanaan pekerjaan pasti ada proses, kita bukan tukang sulap pak, saya rasa wajar saja pengguna jalan terganggu," kata Ari sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (30/11).

    Dikarenakan pelaksanaan pekerjaan kebetulan musim hujan lanjut Ari, jadi hal tersebut dianggapnya wajar apalagi pekerjaan tanah.

    Namun, ketika ditanya, terkait keselamatan pengguna jalan, Ari mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan jalan tersebut masih dalam proses.

    "Pelaksanaan pekerjaan jalan ini kan masih dalam proses, apalagi ini musim hujan, jadi kondisinya pasti berantakan," ungkap Ari memaparkan alasannya. [Ant/Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad