Recent comments

  • Breaking News

    Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Pria Warga Bontai Akhiri Hidupnya Bunuh Diri

    Ilustrasi.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Seorang Pria paruh baya warga Dusun Rantau Duata, Desa Bontai, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, atas nama Rasima (58), ditemukan bersimbah darah, di dapur rumahnya, Kamis (19/3/2020) kemarin.

    Adapun kronologis kejadian berdasarkan rilis laporan Kapolsek Jongkong, AKP Josni Barus kepada Kapolres setempat, yang dilihat uncak.com, Jumat pagi, dimana sekitar pukul 15.15 WIB, dua orang saksi datang ke rumah korban dan memanggil korban. Namun tidak ada jawaban.

    Kemudian kedua saksi pun masuk ke dalam rumah korban. Saksi pun menemukan korban sudah dalam keadaan sekarat, dengan posisi terbaring miring ke sebelah kiri dan melihat darah mengalir dari bagian belakang dan di bagian leher ada darah beku dan terdapat pula pisau dapur yang berlumuran darah terletak berada di ujung kaki korban.

    "Setelah melihat kejadian tersebut, saksi pun memanggil Bidan di Poskesdes dan mereka bersama Bidan tersebut memeriksa korban. Namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Kapolsek, Kamis malam.

    Dijelaskan Kapolsek, atas izin keluarga, saksi bersama keluarganya pun mengangkat korban ke ruang makan untuk dibersihkan.

    "Tak lama setelah itu, keluarga korban pun memberitahukan kejadian tersebut kepada Sekdes Bontai, sehingga Sekdes Bontai langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Jongkong. Setelah menerima laporan itu, saya beserta anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)," terang Kapolsek.

    Menurut Kapolsek, korban tersebut diduga bunuh diri.

    "Pihak keluarga korban telah memutuskan untuk tidak dilakukan visum karena keluarga korban menerima dan mengikhlaskan sehingga korban telah dimakamkan tadi malam," ungkap Kapolsek.

    Sebagaimana diketahui, berdasarkan keterangan menantu korban, bahwa korban sering mengeluh mengalami sakit di bagian kaki, perut dan susah tidur setelah istrinya meninggal dunia dua tahun lalu.

    Korban juga sering mengatakan sudah bosan hidup dan ingin mengakhiri hidupnya.

    Sementara berdasarkan keterangan Bidan setempat, bahwa korban pernah berobat ke Poskesdes sekitar tiga bulan lalu. Dimana hasil pemeriksaan, korban mengalami sakit rematik, infeksi usus, dan terkadang darah tinggi namun sudah diberi obat.

    Selain itu, korban juga pernah dirawat di Puskesmas Jongkong karena sakit yang dideritanya. [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    duka

    Post Bottom Ad

    maulid kabanindo