Recent comments

  • Breaking News

    Kabar Gembira, Fasilitas Pengolahan Daun Kratom di Kapuas Hulu Mulai Beroperasi

    Kratom, dengan nama latin Mitragyna Speciosa atau Purik (Bahasa Kapuas Hulu).
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Fasilitas (Pabrik) pengolahan daun Kratom berstandar food grade, yang beralamat di Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, sudah mulai beroperasi.

    Hal tersebut tentunya merupakan kabar gembira khususnya bagi para petani Kratom di Kabupaten Kapuas Hulu. Sebab, dengan adanya pabrik pengolahan daun Kratom tersebut, dapat menjaga stabilitas harga di tingkat petani Kratom.

    "Fasilitas pengolahan daun Kratom mulai bisa produksi, tadi kita masih terkendala bahan baku yang masih terbatas. Jadi, saat ini khususnya pengurus Koperasi Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu dan Kecamatan, yang punya petani dan punya daun Kratom yang berada dekat dengan fasilitas, bisa diarahkan untuk membawa daun basahnya ke fasilitas food grade kita untuk trial produksi," ujar Ketua Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Provinsi Kalimantan Barat, Yosep, dihubungi di Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (31/1/2021).

    Yosep meminta kepada Pengurus Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu dan Kecamatan, untuk mengelola fasilitas yang sudah ada tersebut, agar dapat memberikan kontribusi terhadap semua.

    "Silahkan para pengurus Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu maupun Pengurus Cabang Kecamatan, mengelola fasilitas yang sudah ada supaya bisa memberi kontribusi bagi semua, karena waktu terus berjalan, dimana besok sepertinya daun Kratom sudah mulai masuk," tutur Yosep.

    Yosep menegaskan kepada para Pengurus Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu maupun di Kecamatan-kecamatan yang telah terbentuk, agar bahan baku (Daun Kratom) yang diantar ke fasilitas pengolahan, tetap menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, yakni berstandar food grade atau Good Manufacturing Practices (GMP).

    "Jangan lupa, daun Kratom yang diantar ke fasilitas pengolahan, tetap sesuai SOP yang sudah ditetapkan oleh koperasi (KOPRABUH)," tegas Yosep.

    Dengan sudah mulai beroperasinya fasilitas pengolahan daun Kratom tersebut, Yosep berharap kepada Pengurus Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu, agar segera merekrut karyawan untuk bekerja di fasilitas tersebut.

    "Besok, spertinya daun Kratom sudah mulai masuk, jadi kalau bisa pekerja sudah boleh mulai direkrut. Dimana untuk pekerja awal sepertinya cukup tiga orang dan satu orang ditempatkan di bagian kebersihan. Silahkan Pengurus KOPRABUH Hayati Borneo Cabang Kabupaten Kapuas Hulu menutuskan siapa-siapa saja yang akan dipekerjakan. Termasuk Admin juga perlu direkrut, untuk pencatatan dan pelaporan, baik di tingkat Kabupaten maupun Cabang Kecamatan," ungkap Yosep.

    Sebagaimana diketahui, berdirinya fasilitas pengolahan daun Kratom berstandar food grade tersebut, merupakan bentuk komitmen Koperasi Anugerah Bumi Hijau - Hayati Borneo (KOPRABUH - HB), dalam meningkatkan taraf hidup (ekonomi) para petani Kratom khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

    Selain itu, juga menjawab keraguan beberapa masyarakat selama ini terhadap keseriusan KOPRABUH Hayati Borneo, dalam mensosialisasikan program-program kerjanya kepada masyarakat (Petani). [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad