Recent comments

  • Breaking News

    KOPRABUH Hayati Borneo Edukasi Petani Tentang SOP Program Food Grade (Kratom)

    Penyerahan buku anggota pertama (perdana) dari Ketua Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Provinsi Kalimantan Barat kepada anggota Koperasi dan juga sebagai salah satu syarat dalam sistem yang akan dijalankan ketika memproduksi produk Kratom (Mitragyna Speciosa). 
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Berkaitan dengan telah dibukanya fasilitas pengolahan daun Kratom berstandar food grade di Kabupaten Kapuas Hulu, Koperasi Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) Hayati Borneo menggelar pelatihan (edukasi) Standar Operasional Prosedur (SOP) Good Manufacturing Practices (GMP) kepada petani di Desa Pala Pulau, Kecamatan Putusibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (30/1/2021) kemarin.

    Penyuluhan (pelatihan) untuk program food grade oleh KOPRABUH Hayati Borneo tersebut merupakan yang kesekian kalinya dilakukan.

    Ketua Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Provinsi Kalimantan Barat, foto bersama Pengurus Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu dan Anggota Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kecamatan Putussibau Utara dan Selatan, usai mengadakan edukasi (sosialisasi) dan pelatihan.
    Dalam kegiatan itu, sekaligus penyerahan buku anggota pertama (perdana) kepada anggota Koperasi dan juga sebagai salah satu syarat dalam sistem yang akan dijalankan ketika memproduksi produk Kratom (Mitragyna Speciosa). 

    Ketua Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Provinsi Kalimantan Barat, Yosep, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan supaya para petani yang sudah tergabung di dalam anggota KOPRABUH, dapat bekerja secara higienis sesuai SOP yang sudah ditetapkan oleh Koperasi. 

    "Sehingga produksi hilir dapat mengontrol hal-hal yang kritis dari dasar, dalam hal ini yakni di tingkat petani, dan tempat pengolahan daun Kratom pun mendapatkan bahan baku yang berkualitas baik, serta mampu menjaga kepercayaan pasar internasional, yang pada prinsipnya terkonsentrasi untuk menerima barang yang berstandar food," ujar Yosep, yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Pengusaha Kratom Indonesia (Pekrindo) Provinsi Kalimantan Barat, yang hadir langsung dalam memberi pelatihan terhadap petani tersebut, Minggu (31/1/2021).

    Sementara itu, Ketua Cabang KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu, Albertus Anton, melalui Ketua II, Rajuliansyah, menyatakan, sangat bangga dan berterimakasih kepada KOPRABUH Hayati Borneo.

    "Dengan telah dibukanya pabrik pengolahan daun Kratom di Kabupaten Kapuas Hulu yang berstandar internasianal dan baru pertama kalinya di Indonesia bahkan di dunia ini, tentunya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat (Petani Kratom) bahkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat  kabupaten kapuas hulu," kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu dua periode itu.

    Rajuli berharap, peran serta masyarakat atau petani yang tergabung dalam anggota maupun pengurus KOPRABUH, tetap menjaga kualitas, kebersihan, tata kelola, tata cara dan tata kerja KOPRABUH sesuai dengan SOP GMP.

    "Dengan adanya pabrik pengolahan daun Kratom ini, tentunya dapat menjaga kestabilan harga di tingkat petani agar lebih baik dan layak, sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi buat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Asli Desa (PA-Des) karena kita akan merangkul Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk bekerjasama," tutur Rajuli.

    Rajuli berharap kepada pemerintah dan masyarakat setempat, agar dapat bekerjasama dan berkontribusi dalam mendukung kelancaran program KOPRABUH Hayati Borneo.

    "Kami mohon dukungan pemerintah dan masyarakat, karena pabrik ini diamanahkan kepada kita bersama, maka mari kita jadikan sebagai aset terbesar yang dapat kita persembahkan buat kita dan anak cucu kita kedepan. Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Yosep dan kawan-kawan KOPRABUH Hayati Borneo serta Pekrindo yang telah putih hati menginvestasikan dana milyaran rupiah untuk membantu masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu dengan telah membangun pabrik pengolahan daun Kratom di Kabupaten Kapuas Hulu," ucap Rajuliansyah.

    Sebagaimana diketahui, untuk hari ini (Minggu, 31/1/2021) Ketua KOPRABUH Hayati Borneo Provinsi Kalimantan Barat beserta beberapa pengurus KOPRABUH Hayati Borneo Kabupaten Kapuas Hulu dan Kecamatan, melakukan panen perdana daun Kratom milik petani Kratom di Desa Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, untuk kepentingan fasilitas pengeringan.

    Usai melakukan panen perdana tersebut, pengurus KOPRABUH Hayati Borneo, langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Datah Diaan (Mendalam), Kecamatan Putussibau Utara.

    Sedangkan untuk agenda besok hingga lusa (Senin, 1/2/2021 - Selasa, 2/2/2021), pengurus KOPRABUH Hayati Borneo, rencananya akan menggelar sosialisasi di Desa Nanga Erak, Kecamatan Putussibau Selatan dan di Desa Seluan, Kecamatan Putussibau Utara.

    Adapun pabrik pengolahan daun Kratom berstandar food grade milik KOPRABUH Hayati Borneo, yang baru ada satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia tersebut, yakni terletak di Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad