Recent comments

  • Breaking News

    Dinilai Adil, Kapolsek Bika Apresiasi Juri Kontes Cupang di Kapuas Hulu

    Wartawan, saat mewancarai juri kontes ikan cupang berstandar IBC di Putussibau.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Kapolsek Bika, Polres Kapuas Hulu, Polda Kalbar, Iptu Febri Pardiansyah, ikut serta dalam kontes ikan cupang berstandar International Betta Congress (IBC), yang diselenggarakan di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di gedung Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Jalan Budaya Nomor 02, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Minggu (7/2/2021).

    Dalam kontes tersebut, Iptu Febri Pardiansyah menurunkan 22 ekor ikan cupang, untuk dikonteskan. Dimana, dua diantaranya berhasil meraih juara empat dan lima.

    "Selaku peserta, saya sangat puas dengan hasil penjurian yang disaksikan secara terbuka ini. Dimana juri sangat profesional," ujar Iptu Febri.

    Menurut Febri, rata-rata para peserta yang mengikuti kontes tersebut menyatakan puas terhadap penilaian juri. Bahkan, saking puasnya, para peserta mengharapkan agar ketiga juri tersebut dapat menjadi juri kembali di Kapuas Hulu.

    "Maunya teman-teman (peserta), ketiga juri ini dapat menjuri kembali apabila ada kontes ikan cupang lagi di Kapuas Hulu kedepannya," ungkap Febri.

    Febri berharap, event atau kontes Ikan cupang berstandar IBC seperti ini, sering-sering dilakukan karena selain memberi semangat bagi para penggiat (peminat) ikan cupang, juga dapat meningkatkan ekonomi bagi para pedagang dan peternak maupun peserta itu sendiri 

    "Intinya kita sangat puas dengan hasil penjurian yang fair (adil) ini. Semoga untuk kontes-kontes selanjutnya, juri ini didatangkan kembali," harap Iptu Febri.

    Sementara itu, salah satu juri, Zulkarnain, mengatakan, meskipun kontes ikan cupang berstandar IBC, baru pertama kalinya diadakan di Putussibau, namun antusias peserta dinilainya cukup bagus.

    Terkait standar penilaian (IBC) dalam kontes tersebut, Zulkarnain mengatakan, penilaiannya dari berbagai aspek ikan, diantaranya dari bentuk tubuh, mental dan warna.

    "Masing-masing ikan ada poinnya dalam penilaian," paparnya.

    Juri yang sudah malang melintang di dunia cupang hingga pernah menjadi juri di Kuching, Sarawak, Malaysia itu memaparkan terkait kendala selama dirinya menjadi juri, dimana kata Dia, kendala yang ia alami cukup banyak terutama ketidakpuasan peserta.

    "Cukup banyak peserta yang belum paham terkait penjurian. Sehingga tidak sedikit yang tidak puas. Hal tersebut dikarenakan bahwa banyak peserta yang enggan bertanya perihal ketidakpuasan mereka," terangnya.

    Oleh sebab itu, Zulkarnain menyarankan dan memberi tips (cara) kepada para penggiat ikan cupang, agar ikan peliharaannya menjadi lebih baik, yakni dengan mempersiapkan kecukupan umur, mental, kesehatan ikan, klasifikasi warna yang harus mendekati syarat standar ikan yang mau diikutsertakan dalam kontes, serta rajin merawat ikan.

    "Salah satu penunjang agar ikan cupang dapat meraih juara yaitu kesehatan ikan, perawatan, makanan yang cukup dan rutin mengganti air," ungkapnya.

    Adapun kontes berstandar IBC yang digelar oleh Komunitas Pemuda Kedamin (KOMPAK) dan Betta Community Kedamin (BCK) itu, baru pertama kalinya diadakan di Kapuas Hulu khususnya di Putussibau.

    Sedangkan kontes tersebut, menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19. [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad