Recent comments

  • Breaking News

    Lulus Sekolah Hutan Tembak, 3 Orangutan Dilepasliarkan di Tana Bentarum

    Orangutan yang dilepasliarkan di TaNa Bentarum
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam kawasan Taman Nasional (TaN) Betung Kerihun (Bentarum) kembali menerima 3 (tiga) orangutan lulusan sekolah hutan Tembak Kabupaten Sintang binaan Sintang Orangutan Centre (SOC).

    Berangkat dari Sintang selasa (17/4/2018) lalu, dilepas oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), orangutan tersebut tiba di Putussibau, Rabu (18/4/2018).

    Usai menjalani habituasi atau penyesuaian habitat, ketiga orangutan tersebut yang dinamakan Bembi, Molly dan Joy kembali menghirup udara hutan pada Kamis (19/4/2018).

    Ketua Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) yang membawahi SOC, Willie Smits menyatakan, masyarakat sekitar kawasan DAS Mendalam akan dilibatkan sebagai petugas monitoring orangutan nantinya.

    "Kami merekrut masyarakat lokal di Sub-DAS Mendalam menjadi petugas monitoring orangutan yang telah dirilis," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang PTN wilayah II Kedamin Fery AM  Liuw mewakili Kepala Balai Besar saat pelepasliaran bersama SOC mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya pelepasliaran kembali Orangutan di wilayahnya.Dimana hal itu juga menjadi tonggak baru bagi TaNa Bentarum yang mendeklarasikan diri sebagai kawasan suaka atau sanctuary orangutan.

    "Kami sangat mendukung pelepasliaran ini, sebab sejalan dengan upaya kami untuk menjadikan Sub-DAS Mendalam sebagai lokasi sanctuary orangutan," katanya.

    Kepala Bidang Teknis Konservasi BKSDA Sulsel itu menambahkan, tiga orangutan yang baru itu akan melengkapi jumlah orangutan yang dilepas menjadi enam individu.

    Kawasan Sub-DAS Mendalam sendiri merupakan kawasan hutan yang didominasi jenis Dipterocarpa. Hasil kajian Forum Orangutan Indonesia (Forina) menyebutkan bahwa wilayah itu sesuai untuk habitat orangutan dengan melimpahnya pohon pakan orangutan serta terlindungi dari gangguan manusia.

    "Forina mengkaji kesesuaian habitat orangutan dan Sub-DAS Mendalam ini salahsatunya. Salahsatunya adalah melimpahnya pohon sumber pakan orangutan," terangnya..

    Menurutnya, selama tiga bulan, Bembi, Molly dan Joy akan terus dipantau oleh tim SOC bekerjasama dengan pegawai BBTN Bentarum. Perilaku serta pergerakannya terus dipantau untuk mencari pola sebaran serta pola jelajahnya. Para ahli biologi mengatakan bahwa orangutan merupakan spesies kunci dalam konservasi biologi.

    Hal itu karena daya jelajah yang luas serta kemampuannya menyebarkan biji. Perlindungan habitat orangutan memberikan juga perlindungan bagi tumbuhan dan satwa liar yang berada dalam wilayah jelajahnya.

    Sumber: [Tana Bentarum]
    Editor    : [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad