Recent comments

  • Breaking News

    Krisis Air Bersih, Warga Menarin Sengsara

    Warga RT 001, Dusun Nanga Menarin, Desa Menarin, saat menemui wartawan media ini di kediamannya, dengan menunjukkan berkas laporan pengaduan ke Polsek Mentebah agar segera ditindaklanjuti.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Warga masyarakat RT 001/RW 001, Dusun Nanga Menarin, Desa Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mengaku sangat sengsara selama setahun terakhir ini.

    Pasalnya, selama lebih dari satu tahun tersebut, warga tidak menikmati air bersih. Dimana jaringan air bersih telah putus semenjak pengelolaannya diserahterimakan oleh pihak PDAM Kapuas Hulu kepada pihak pemerintahan Desa Nanga Menarin sekitar lebih dari setahun yang lalu.

    Semenjak itu pulalah masyarakat menjadi sengsara karena tidak menikmati air bersih. Padahal setelah resmi dikelola oleh pihak Desa Menarin, pihak desa langsung melakukan perehaban dengan menggunakan dana desa senilai Rp530 juta.

    Usai dilakukan pengrehaban, alih-alih air mengalir deras ke rumah-rumah warga, tapi justru malah sebaliknya. Dimana sampai saat ini, warga masyarakat bahkan semakin bertambah sengsara karena tidak pernah mendapatkan air bersih selama lebih dari satu tahun setelah perehaban tersebut.

    "Padahal ketika masih dikelola oleh pihak PDAM, air mengalir lancar sehingga masyarakat tidak pernah kekurangan air bersih untuk dikonsumsi," ujar beberapa perwakilan warga RT 001/RW 001, Dusun Nanga Menarin, yaitu Supardi, Wan Sapi'i, Kadri, Agustinus Ajid, dan Suhardan, saat menemui wartawan media ini, di Mentebah, Minggu (14/4/2019) malam.

    Menurut Supardi, mewakili teman-temannya, masyarakat tidak menuntut hal-hal yang berlebihan. Namun masyarakat hanya meminta keadilan, agar air mengalir seperti sediakala saat masih dikelola oleh PDAM sebelumnya.

    "Kami hanya meminta kepada pihak pengelola, supaya air mengalir seperti sediakala," ujarnya.

    Supardi berharap kepada pihak-pihak terkait terutama pihak Kepolisian, agar segera menangani kasus tersebut.

    "Kami sudah melaporkan masalah ini ke Polsek setempat (Polsek Mentebah) beberapa hari lalu. Kami berharap semoga Kepolisian segera menindaklanjuti laporan kami tersebut dengan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlapor yang diduga terindikasi melakukan penyalahgunaan dana desa," ungkapnya.  [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad