Recent comments

  • Breaking News

    Pakai DD Rp530 Juta, Kades Menarin Bantah Air Bersih Tak Mengalir

    Amran, Kepala Desa Nanga Menarin.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Kepala desa (Kades) Nanga Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Amran, membantah pernyataan warganya pada berita yang telah tayang sebelumnya, terkait Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) yang dikelola oleh pihak pemerintahan desa Nanga Menarin, yang dituding tidak mengalir selama lebih dari satu tahun setelah direhab.

    Menurut Amran, pernyataan warganya pada berita sebelumnya tersebut, tidak sepenuhnya benar, melainkan justru sebaliknya.

    "Berdasarkan data desa, sebelum dilakukannya pengrehaban terhadap jaringan air bersih tersebut, sebanyak 79 Kepala Keluarga (KK) menggunakan jaringan air bersih yang saat itu masih dikelola oleh pihak PDAM Kapuas Hulu," ujarnya kepada wartawan uncak.com, saat ditemui di kediamannya untuk mengklarifikasi berita sebelumnya, Senin (22/4/2019).

    Namun, jelas Amran, setelah jaringan air bersih tersebut dikelola olah pihak desa Nanga Menarin, dilakukanlah pengrehaban dengan menggunakan Dana Desa (DD).

    "Setelah jaringan air bersih tersebut direhab, justru warga yang menjadi pemakai aktif semakin bertambah, yaitu tidak kurang dari 200 KK," jelasnya.

    Terkait untuk pengguna jaringan air bersih di RT 001/RW 001, Dusun Nanga Menarin, lanjut Amran, memang air kadang mengalir, kadang tidak.

    "Saya mengakui bahwa di RT 001/RW 001, Dusun Nanga Menarin itu, air memang kadang mengalir, kadang tidak. Namun, hingga saat ini kami masih sedang mencari solusi atas penyebabnya tersebut," paparnya.

    Lebih lanjut Amran mengatakan, untuk mengantisipasi krisis air bersih pada saat bulan puasa mendatang, karena bulan puasa tahun 2019 ini diperkirakan memasuki musim kemarau, dirinya menawarkan solusi kepada warga yaitu akan membangun sumur bor dengan kapasitas 30 rumah, dimana dalam dua rumah didirikan satu sumur bor. Namun tawaran tersebut ditolak warga.

    "Saya pernah menawarkan solusi kepada warga untuk membangun sumur bor melalui anggaran dana desa tahun 2019 ini, khususnya warga yang dimana jaringan air bersih tersebut kadang mengalir, kadang tidak. Tapi tawaran saya itu ditolak warga," pungkasnya.
    Plang informasi kegiatan perehaban jaringan air bersih desa Menarin.
    Sebagaimana diketahui, pengrehaban terhadap jaringan air bersih tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari dana desa tahun 2017 lalu, sebesar Rp 530 juta lebih.

    Seperti diketahui pula pada berita sebelumnya, yakni berita seminggu yang lalu, lima orang perwakilan warga masyarakat RT 001/RW 001, Dusun Nanga Menarin, Desa Menarin, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mendatangi kediaman wartawan uncak.com di desa Nanga Mentebah, Minggu malam (14/4/2018) lalu.

    Kedatangan kelima warga tersebut, mengaku sangat menderita karena kesulitan air bersih selama lebih dari satu tahun terakhir ini. Atas dasar itu pulalah, warga menduga bahwa adanya indikasi-indikasi penyalahgunaan pengelolaan keuangan desa yang nilainya tidak sedikit tersebut. Sehingga, beberapa perwakilan warga setempat melaporkan indikasi tersebut ke Polsek setempat.

    Pasalnya, selama lebih dari satu tahun tersebut, warga mengaku kesulitan air bersih. Dimana jaringan air bersih telah putus semenjak pengelolaannya diserahterimakan oleh pihak PDAM Kapuas Hulu kepada pihak pemerintahan Desa Nanga Menarin sekitar lebih dari satu tahun tersebut. Akibatnya, selama itu pulalah warga merasa sangat menderita karena kesulitan air bersih.  [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad

    Uncak