Recent comments

  • Breaking News

    81 Pengurus Koprabuh Hayati Borneo di Kapuas Hulu Dilantik

    Suasana saat pelantikan dan penyerahan SK pengurus Koprabuh Hayati Borneo tingkat Kecamatan dan Kabupaten Kapuas Hulu.
    KAPUAS HULU, Uncak.com - Sebanyak 81 orang pengurus Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau - Hayati Borneo (Koprabuh - Hayati Borneo) mulai dari tingkat Kecamatan hingga tingkat Kabupaten di Kapuas Hulu, dilantik, Kamis (17/10/2019).

    Pelantikan yang bertempat di gedung Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), Jalan Budaya Nomor 2, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat itu juga sekaligus penyerahan SK kepada para pengurus Koprabuh Hayati Borneo tingkat Kecamatan dan Kabupaten di Kapuas Hulu.

    Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Koprabuh, Ketua Koprabuh Provinsi Kalimantan Barat, Ketua 1 Koprabuh Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketua Pekrindo Kalimantan Barat.

    Hadir pula Pjw. Setda Kapuas Hulu, beserta pihak dari pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu dari berbagai OPD, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, para Camat, dan para pengurus Koprabuh di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, serta para tamu undangan lainnya.

    Ketua Umum Koprabuh, Yohanis mengatakan, Koprabuh adalah koperasi produsen, yaitu koperasi para petani pemilik lahan.

    "Tugas setiap petani adalah harus mempertahankan lahannya untuk tetap ditanami," ujar Yohanis.

    Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu sementara, Kuswandi menyatakan, legislatif sebagai lembaga dengan kewenangannya, terus mendorong, mendukung dan memperjuangkan setiap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

    Di tempat terpisah, Ketua 1 Koprabuh Kabupaten Kapuas Hulu, Albertus Anton, S.Pd, SD, menegaskan, tujuan akhir dari pembentukan kepengurusan Koprabuh tersebut ialah agar petani kratom di Kapuas Hulu dapat bangkit dari segi ekonomi.

    Ditegaskan Anton, bahwa ia yakin, kehadiran Koprabuh di Kapuas Hulu akan berdampak lebih baik terhadap masyarakat khususnya petani kratom.

    "Apabila kratom semakin baik, secara otomatis ekonomi petani kratom pun tentu akan semakin meningkat," ungkapnya.

    Dijelaskan Anton, ini merupakan langkah awal, yakni masih dalam tahap membentuk struktur, merekrut anggota, bersosialiasi dan penyuluhan.

    "Tata niaga nantinya tentunya mengikuti aturan koperasi yang telah dibentuk yaitu Koprabuh. Standar harga dan kualitas akan terus ditingkatkan," paparnya.

    Ia berharap, dengan adanya wadah tersebut, proses jual-beli menjadi semakin meningkat. Agar para petani dapat lebih sejahtera.

    Menurutnya, tujuan dari hal tersebut adalah salah satu Nawacita dari Presiden Jokowi. Dimana slogan dari program tersebut adalah bersihkan udara, tanam pohon. [Noto]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Uncak

    Post Bottom Ad